Artikel ini membahas alasan intelektual di balik sikap berseberangan dengan Mas Sabrang setelah masuk ke struktur negara. Fokus pada krisis kepakaran, meritokrasi akademik, figur kultural, serta hilangnya jarak kritis antara pengetahuan dan kekuasaan.
Narrative Readout
FEATURE Di tengah Surabaya yang dikepung gaya hidup hedonis, seorang anak muda bernama Bintang memilih menanam sayuran di Medokan. Potret kontradiksi kota metropolitan dan kerja…
Kemiskinan adalah hasil keputusan, bukan nasib. Melalui politik, ekonomi, dan tatanan sosial, tata kelola modern mengatur hidup sampai titik runtuh, lalu menyebut kematian sebagai masalah pribadi.
Esai | Oleh: Viper Berbisa Esai kritis tentang kemiskinan, kelas sosial, dan cara orang kaya membangun penilaian moral terhadap orang miskin melalui ideologi, meritokrasi, dan…
Ketokohan dalam dunia intelektual sering dipuja sebagai sumber kebenaran. Esai ini mengkritik bagaimana nama besar dan buku rujukan berubah menjadi alat dominasi, menghakimi gagasan baru, serta membentuk tirani intelektual di pikiran manusia.





